Sabtu, 07 November 2015

KUMPULAN SOAL AUDITING BAB 1-BAB 3



Kumpulan Soal Auditing 1        
Bab 1 Permintaan Terhadap Jasa Audit Dan Assurance Lainnya
1-1  Jelaskan hubungan antara jasa audit, jasa atestasi, dan jasa assurance, serta berikan contoh masing-masing?
1-2     Diskusikan factor-faktor utama dalam masyarakat dewasa ini yang menyebabkan kebutuhan akan audit independen jauh lebih besar dari 50 tahun yang lalu?
1-3     Bedakan ketiga risiko berikut ini: suku bunga bebas risiko, risiko bisnis, dan risiko informasi. Mana yang dikurangi oleh auditor dengan melakukan audit?
1-4        Identifikasikan penyebab utama risiko informasi dan identifikasikan tiga cara utama untuk mengurangi risiko informasi. Apa keunggulan dan kelemahan masing-masing?
1-5              Jelaskan apa yang  dimaksud dengan menentukan tingkat kesesuaian antara informasi dengan criteria yang telah ditetapkan. Apa informasi dan criteria yang ditetapkan untuk audit atas spt pajak pt janaka oleh seorang auditor pajak? Apakah gunanya untuk audit atas laporan keuangan pt janaka oleh sebuah kap?
1-6              Uraikan karakteristik bukti yang akan digunakan auditor pajak dalam auditatas spt pajak pt janaka?
1-7              Dalam pelaksaan audit atas laporan keuangan, merupakan suatu pelanggaran tanggungjawab yang serius jika auditor tidak memiliki pemahaman yang mendalam atas bidang akuntansi. Namun, banyak akuntan yang kompeten tidak memiliki pemahaman atas proses audit. Apakah yang menyebabkan perbedaan tersebut?
1-8              Apakah perbedaan dan persamaan dari audit atas laporan keuangan, audit ketaatan, serta audit operasional?
1-9              Sebutkan lima contoh audit operasional spesifik yang dapat dilaksanakan oleh auditor internal dalam sebuah perusahaan manufaktur?
1-10          Pengetahuan apa yang dibutuhkan auditor tentang bisnis klien dalam audit atas laporan keuangan historis? Jelaskan bagaimana pengetahuan ini dapat berguna dalam melaksanakan jasa assurance lain atau konsultasi untuk klien tersebut.
1-11          Apakah perbedaan utama dalam lingkungan tanggung jawab audit bagi akuntansi public, auditor bpk, auditor pajak, dan auditor internal?
1-12          Jelaskan bagaimana ujian cpa di indonesia diorganisasi dan diselenggarakan?
1-13          Jelaskan mengapa cpa harus mengetahui tentang tekhnologi e-commerce?
Pertanyaan Bab 2 Profesi Akuntan Publik (CPA)
 
2-1 Sebutkanlah empat jenis jasa utama yang diberikan oleh akuntan public, serta jelaskan masing-masingnya?
2-2  Apakah karakteristik utama organisasi dan tindakan kantor akuntan public yang mengatur mereka untuk memenuhi tanggung jawab sosialnya secara kompeten dan independen?
2-3  Apakah peranan dari public company accounting oversight board di amerika serikat?
2-4  Apakah peranan bapepam-lk dalam masyarakat dan bahaslah hubungannya dengan dan pengaruhnya terhadap praktik audit?
2-5  Apa peran yang dimainkan oleh IAPI terhadap para anggotanya?
2-6 apa tujuan dari penyataan standar bagi penugasan atestasi yang diterbitkan oleh IAPI?
2-7 Siapa yang bertanggung jawab menetapkan standar audit untuk audit atas perusahaan public di Amerika Serikat? Siapa yang bertanggung jawab menetapkan standar audit untuk perusahaan swasta? Jelaskan.
2-8 Jelaskan perbedaan antara standar antara standar audit yang berlaku umum dan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum, serta berikan dua contoh untuk masing-masingnya?
2-9 Standar pekerjaan lapangan yang pertama menyatakan bahwa audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan tekhnis yang memadai sebagai auditor. Apakah cara-cara yang dapat dilakukan auditor untuk memenuhi persyaratan standar itu?
2-10 Standar audit yang berlaku umum mendapat sejumlah kritik dari berbagai sumber karena telah gagal menyediakan pedoman yang bermanfaat bagi pelaksanaan audit. Kritik-kritik tersebut menyatakan bahwa standar harus dibuat lebih khusus agar para praktisi dapat meningkatkan mutu kinerjanya. Sebagaimana yang telah ditetapkan oleh standar itu saat ini, banyak pihak mengkritik karena standar itu hanya menjadi sekedar alasan atas pelaksanaan audit yang tidak memadai. Evaluasilah kritik terhadap ke-10 standar audit yang berlaku umum ini?
2-11 jelaskan peran internasional standards on auditing. Bahaslah apakah seorang akuntan public yang melakukan audit yang sesuai dengan standar audit yang berlaku umum secara simultan menaati standar internasional audit?
2-12 Apakah arti istilah pengendalian mutu dalam kaitannya dengan kantor akuntan public?
2-13 Berikut ini adalah contoh persyaratan prosedur pengendalian mutu pada sebuah kantor akuntan public: ;Siapapun yang dipertimbangkan menjadi karyawan dalam kantor ini harus sudah menyelesaikan pendidikan audit dasar serta sudah diwawancaraidan disetuju pengangkatannya sebagai karyawan oleh partner audit, sebelum ia ditugaskan sebagai staf audit.” Unsur pengendalian mutu manakah yang memengaruhi prosedur ini serta apa tujuan dari persyaratan ini?
2-14 Jelaskan arti dari istilah review sejawat (per review). Apa implikasi review sejawat bagi profesi?
2-15 Sebutkan dua pasal praktik dimana kantor akuntan public dapat termasuk di dalamnya/ Apa tujuan utama dari pasal-pasal tersebut?
Pertanyaan Bab 3 Etika Profesi
3-1   Apakah enam prinsip-prinsip etika dasar yang dijelaskan oleh Joseph Institue? Apa sumber-sumber lain dari nilai etika?
3.2 Jelaskan yang dimaksud dengan dilema etika. Bagaimana seseorang mengatasi sebuah dilemma etika?
3.3 mengapa ada kebutuhan khusus untuk berperilaku etis bagi kalangan professional? Mengapa persyaratan etika bagi profesi akuntan public berbeda dengan profesi lain?
3.4 Sebutkan tiga bagian dari kode etik dan jelaskan tujuan setiap bagiannya. Jelaskan pula prinsip-prinsip dasar dari etika professional?
3.5 Bedakan antara independensi dalam kenyataan dan independensi dalam penampilan. Sebutkan tiga perbuatan yang tidak memengaruhi independensi dalam kenyataan tapi bisa memengaruhi independensi dalam penampilan/
3.6 Kenapa independensi seorang auditor itu penting?
3.7 Apakah jasa konsultasi dan non-audit dilarang untuk auditor dari perusahaan public? Apa larangan dan persyaratan lain yang diterapkan untuk auditor ketika memberikan jasa non-audit kepada perusahaan public?
3-8 Jelaskan bagaimana aturan terkait kepemilikan saham diterapkan untuk partner dan staf professional. Beri contoh kapan kepemilikan saham dilarang untuk keduanya?
3.9 Setelah menerima kontrak kerja, seorang CPA menemukan bahwa industry dari klien lebih teknis dari yang ia sadari dan ia tidak kompeten disejumlah bidang audit tersebut. Apa sajakah pilihan sang CPA tersebut?
3-10 Misalkan seorang auditor membuat persetujuan dengan seorang klien bahwa imbalan jasa audit akan bergantung pada jumlah hari yang diminta untuk menyelesaikan kontrak kerja. Apakah ini melanggar kode etik? Apa esensi dari aturan etika professional terkait biaya kontijen, dan apa pertimbangan dari aturan itu?
3-11 Data audit milik seorang auditor biasanya bisa diberikan untuk orang lain hanya dengan izin dari klien. Berikan tiga pengecualian untuk aturan umum ini.
3.12 Identifikasi dan jelaskan factor yang harus dijaga untuk menjaga kualitas audit tetap tinggi walaupun iklan dan penawaran kompetitif dibolehkan.

Sabtu, 12 September 2015

Akuntansi Keuangan Lanjutan



Perubahan Jumlah Saham Yang Dimiliki
Nilai tercatat investasi sebelum deviden saham atau pemecahan saham menjadi nilai tercatat baru dari jumlah saham yang lebih besar atau lebih kecil.
Pembelian Saham Tambahan
Pembelian saham tambahan dicatat sebesar biaya perolehan sebagaimana investasi awal. Ketika tambahan saham tersebut memberikan investor kemampuan untuk mempunyai pengaruh signifikan atas investee, metode ekuitas harus diterapkan secara retroaktif dari tanggal investasi awal.
Penjualan Saham
Keuntungan atau kerugian dari penjualan diakui dari selisih antara harga jual yang diterima dan nilai tercatat investasi yang dijual. Saham mana yang dijual dapat ditentukan melalui pemisahan, penomoran sertifikat saham, atau cara yang lain.
Metode Ekuitas
Akuntansi metode ekuitas untuk investasi dalam saham biasa entitas lain ditujukan untuk mencerminkan perubahan ekuitas atau kepemilikan investor dalam investee.
Penggunaan Metode Ekuitas
PSAK NO.15 menetapkan aturan 20%. Jika tidakterdapat bukti lain yang menunjukkan sebaliknya, investor yang mempunyai 20% atau lebih saham berhak suara investee diasumsikan memiliki pengaruh signifikan atas investee. Dalam sebagian besar kasus, investasi sebesar 50% disaham berhak suara perusahaan lain dilaporkan menggunakan metode ekuitas.
Ekuitas Investor Atas Investee
Dilaporkan oleh investee       
Pengaruh pada akun investor
Laba neto
Mencatat pendapatan dari investasi
Meningkatkan akun investasi
Rugi neto
Mencatat kerugian dari investasi
Menurunkan akun investasi
Pengumuman deviden
Mencatat asset (kas atau piutang)
Menurunkan akun investasi

Pengakuan Pendapatan
Nilai tercatat investasi disesuaikan dengan jumlah yang sama untuk mencerminkan perubahan dalam asset neto investee karena adanya laba neto. Pengakuan Deviden: Deviden dari investasi tidak diakui sebagai pendapatan dalam metode ekuitas karena bagian investor atas laba investee diakui pada saat laba tersebut diakui oleh investee. Semua deviden dari investee diperlakukan sebagai deviden likuidasi dalam metode ekuitas.
Nilai Tercatat Investasi
Hanya jika investee membayar deviden dengan jumlah yang persis sama dengan labanya maka nilai tercatat investasi setelah akuisisi akan sama dengan biaya perolehan akuisisi awal.
Perbedaan Antara Biaya Perolehan Investasi Dan Nilai Buku Yang Mendasari
Selisih antara biaya perolehan investasi dari investor dengan nilai buku dari bagian proporsional investor atas asset neto yang mendasari dari investee disebut diferensial. Alasan mengapa biaya perolehan investasi dapat melebihi nilai buku asset neto adalah asset investee bernilai lenih dibandingkan nilai bukunya, adanya goodwill yang tidak tercatat karena adanya kemampuan menghasilkan laba lebih oleh investee. Kerugian akibat penurunan nilai atas investasi sendiri harus diakui jika penurunan nilai tersebut tidak bersifat sementara.
Amortisasi Atau Penghapusbukuan Diferensial
Amortisasi diferensial sehubungan dengan asset yang disusutkan atau yang diamortisasi dari investee dicatat pada pembukuan investor untuk mencerminkan penurunan manfaat masa depan yang diharapkan investor dari bagian biaya perolehan investasi sehubungan dengan asset-aset tersebut. Jadi, amortisasi atau pengurangan diferensial menyebabkan pengurangan akun investasi.

Pelepasan Diferensial Asset Terkait
Jika investee melepaskan asset dengan mana diferensial tersebut terkait, maka bagian diferensial tersebut harus dikeluarkan dari akun investasi di pembukuan investor. Investor tidak membuat akun terpisah untuk mencatat bagiannya atas keuntungan atau kerugian yang termasuk dalam laba neto investee, seperti keuntungan dari penjualan asset tetap atau penghapusbukuan diferensial pembelian yang belum diamortisasi.
Penurunan Nilai Investasi
Jika nilai pasar investasi mengalami penurunan secara material dibawah nilai bukunya, maka nilai tercatat investasi harus diturunkan menjadi sebesar nilai wajarnya dan mengakui adanya kerugian.
Perubahan Jumlah Lembar Saham Yang Dimiliki
Perubahan yang disebabkan oleh deviden saham, pemecahan saham, atau pemecahan saham terbalik diperlukan dengan cara yang sama dalam metode biaya.
Pembelian Saham Tambahan
Investasi baru dan lama pada saham yang sama digabungkan untuk tujuan pelaporan keuangan. Jika investasi dicatat menggunakan metode biaya dan pembelian saham baru tersebut memberikan investor kemampuan untuk mempengaruhi investee secara signifikan, maka diharuskan adanya perlakuan retroaktif dari metode biaya ke metode ekuitas.
Penjualan Saham
Akun investasi disesuaikan pada tanggal penjualan untuk bagian investor atas laba investee pada periode berjalan, keuntungan atau kerugian diakui untuk perbedaan antara harga jual yang diterima dengan nilai tercatat saham yang dijual. Jika metode ekuitas tidak lagi sesuai untuk digunakan setelah tanggal penjualan, nilai tercatat investasi yang tersisa dianggap sebagai biaya perolehan investasi dan diperlakukan berdasarkan metode biaya dengan cara yang biasa mulai dari tanggal penjualan tersebut.

Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer




 Sebelum kita mempelajari sistem informasi manajemen berbasis kompoter sangat diperlukan kita mengetahui terlebih dahulu mengenai sistem informasi manajemen. SIM adalah pengembangan dan penggunaan sistem-sistem informasi yang efektif dalam organisasi-organisasi, membicarakan informasi berarti membicarakan masalah pengetahuan atau berita. Karena kita akan merasa kesulitan jika dalam kehidupan sehari-hari kita tidak mengetahui informasi yang dapat membantu kita dari kesulitan-kesulitan yang ada.
Dari pengertian tersebut bisa dikembangkan bahwa SIM saat ini tidak hanya mengenai SIM dalam arti sempit, akan tetapi SIM bisa di terapkan dengan mengaplikasikannya dengan tekhnologi yang sekarang berkembang, bisa dibayangkan jika setiap informasi mengenai perusahaan tidak menggunakan computer untuk menyimpan datanya maka, sangat banyak dan lama jika perusahaan ingin mencari kembali file yang telah tidak dipakai namun dibutuhkan dikemudian hari.
Sistem informasi ini dikembangkan juga untuk mengikuti era globalisasi karena, sistem informasi saat ini sangat berkembang luas bahkan dinegara lainpun sangat pesat perkembangannya, dengan adanya sistem informasi manajemen berbasis computer ini kita bisa berkomunikasi dan bisa mendapat informasi mengenai sistem informasi dari Negara lain, tidak terbatas hanya di dalam negeri, maka dari itu banyak sekali manfaat dari adanya sistem informasi berbasis computer, namun yang harus diperhatikan adalah informasi yang kita buat harus dipertanggung jawabkan kebenarannya karena informasi yang salah akan dapat menyesatkan para pembaca maka dari itu butuh ketelitian dan harus cermat dalam memilih setiap informasi yang kita dapat.
Pertanyaannya adalah, kenapa harus berbasis computer?. Karena computer dapat membantu untuk menyimpan, mengiangatkan kita akan file yang telah kita simpan dalam computer, file yang berupa informasi penting tidak bisa kita simpan disembarang tempat karena itu akan menimbulkan kerusakan. Computer dapat membantu kita agar kita bisa membuka dan melihat file tersebut kapan saja kita butuhkan, sehingga sangat penting untuk era seperti saat ini yang semuanya di ukur menggunakan tekhnologi, dalam hal ini adalah computer.
SIM merupakan metode formal yang menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada manajemen untuk mempermudah proses pengambilan keputusan dan membuat organisasi dapat melakukan fungsi perencanaan , operasi secara efektif dan cepat. Dalam kegiatannya  komputer memainkan peranan  penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya computer yang dapat meminimalkan waktu serta mempercepat pekerjaan seorang manajer yang harus membuat keputusan cepat dan tepat.
Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan  bisnis. Skema Sistem Informasi Berbasis Komputer di organisasi,dapat dibagi menjadi  beberapa bagian:
1.      Sistem Pemrosesan Transaksi. Merupakan sistem informasi yang dituntut untuk mengguanakan komputer dan dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah  besar untuk transaksi rutin seperti penggajian, keuangan, inventarisasi dan sebagainya. Sistem ini berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal.
2.      Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) tidak menggantikan Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems), tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasi yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan.
3.      Sistem Pendukung Eksekutif (Executive Support Systems). Sistem tergantung pada informasi yang dihasilkan oleh Sistem Pengolahan Transaksi. Sistem ini membantu para eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.
4.       Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Secara teori,  penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer.