Kamis, 23 Februari 2017

Kerangka Konseptual Akuntansi dan Pelaporan Keuangan di Lingkungan Pesantren




Teori Akuntansi
Kerangka Konseptual Akuntansi dan Pelaporan Keuangan di Lingkungan Pesantren

Dosen Pengampu:
NANIK WAHYUNI,SE., M.Si






Disusun Oleh:
                                    Afifatur Rohmah                                      13520032
                                   
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2016




BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dunia bisnis semakin berkembang seiring dengan kebutuhan-kebutuhan di perusahaan-perusahaan atau pihak bank yang bermaksud untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggannya, lingkungan maupun pihak intern yang ikut berkecimpung dalam membangun bisnis suatu perusahaan. Selain itu, pesaing dalam dunia bisnis juga semakin ketat, sehingga, membuat perusahaan lebih kompetitif dan melakukan berbagai inovasi agar tidak kalah dengan pesaingnya.
Banyak hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan dalam bertahan di dunia bisnis. Perusahaan menginginkan kepastian akan berjalannya bisnis mereka di masa yang akan datang. Begitu juga berlaku bagi pihak bank, dkarena, bank merupakan organisasi yang memberikan jasa kepada pelanggannya meliputi pinjaman, jaminan dan gadai, sangat penting bagi pihak bank untuk mengetahui kegiatan operasi yang selama ini dijalankan dapat bertahan dan dapat memberikan pelayanan terhadap masyarakat.
Behubungan dengan kepastian masa yang akan datang, bagi perusahaan maupun bank yang ingin mengetahui kepastian di masa yang akan datang, membutuhkan akan teori yang mampu memberikan informasi mengenai kelangsungan usaha di masa mendatang. Teori kontijensi merupakan teori dimana keputusan mengenai hal di masa mendatang ditentukan oleh para manajer dengan melihat kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di masa mendatang.
 Keputusan mengenai kelangsungan usaha dimasa mendatang, akan terbantu dengan adanya teori kontijensi, dimana teori ini banyak di gunakan di perusahaan-perusahaan dalam meramal masa mendatang perusahaan meliputi pelanggan, kewajiban, termasuk kelangsungan usahanya. Alasan-alasan di atas mendorong kami agar lebih mengetahui tentang teori kontijensi.



1.2 Rumusan Masalah
1.      Apa saja unsur-unsur yang ada dalam teori kontijensi?
2.      Bagaimana teori akuntansi digunakan dalam oraganisasi-oraganisasi yang ada?
3.      Apa dan bagaimana penelitian yang ada mengenai teori kontijensi?
1.3 Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa saja unsur-unsur yang ada dalam teori kontijensi
2.      Untuk mengetahui Bagaimana teori akuntansi digunakan dalam oraganisasi-oraganisasi yang ada
3.      Untuk mengetahui Apa dan bagaimana penelitian yang ada mengenai teori kontijensi

























BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Teori Kontijensi
Kontijensi lebih dikenal dengan peristiwa atau transaksi yang mengandung syarat merupakan transaksi yang paling banyak ditemukan dalam kegiatan bank sehari-hari. Kontijensi yang dimiliki oleh suatu bank dapat berakibat tagihan atau kewajiban bagi bank yang bersangkutan. Kontijensi adalah suatu keadaan yang masih diliputi oleh ketidakpastian mengenai kemungkinan diperolehnya laba atau rugi oleh suatu perusahaan yang baru akan terselesaikan dengan terjadi atau tidak terjadi satu atau lebih peristiwa dimasa yang akan datang.
Menurut teori, sistem yang terbuka pada suatu perusahaan sangat berkaitan dengan interaksi untuk penyesuaian dan pengendalian terhadap lingkungan guna kelangsungan hidup usaha.Teori akuntansi mempunyai postulat bahwa efektivitas suatu organisasi dalam mengatasi ketidakpastian lingkungan merupakan unsur-unsur dari berbagai subsistem yang dirancang guna memenuhi tuntutan lingkungan yang saling berhubungan.Suatu sistem pelaporan keuangan perusahaan adalah salah satu dari subsistem tersebut.Teori kontijensi merupakan alat pertama dan yang paling terkenal untuk menjelaskan berbagai variasi dalam struktur organisasi.
2.2 Jenis Transaksi Kontijensi pada Bank dan Perusahaan
Kontijensi bank terdiri dari kontijensi tagihan dan kontijensi kewajiban (tunggakan). Kontijensi tagihan terdiri dari:
1.      Bank garansi yang diterbitkan oleh bank lain adalah semua bentuk garansi yang diterima oleh bank yang mengakibatkan tagihan kepada pihak bank penjamin bila pihak yang dijamin melakukan ingkar janji dikemudian hari.
2.      Pembelian opsi valuta asing adalah perjanjian asing yang memberikan hak pilihan kepada pembeli opsi untuk menggunakan atau tidak menggunakan dalam kontrak jual beli valuta asing.
3.      Pendapatan bunga dan penyelesaian dalam akuntansi perbankan khususnya yang menyangkut pendapatan bunga dari aktiva produktif, bank akan menganut prinsip konservatif dalam arti sangat hat-hati
2.3 Kerangka Pengendalian Kontijensi
Suatu isu dipecahkan dalam mengembangkan suatu model pengendalian kontijensi tentang pemahaman bagaimana factor kontijensi ditentukan dan ditingkatkan dari waktu ke waktu. Faktor kontijensi tertentu mungkin ditentukan oleh keputusan manajemen, yang lain mungkin ditentukan oleh faktor eksternal. Pada beberapa titik waktu, organisasi memilih pasar dimana perusahaan tersebut bersaing dan strategi dalam pasar itu, dan pada dasarnya mampu mengendalikan semua factor kontijensi.Bagaimanapun setelah menentukan strategi produk tertentu, banyak factor kontijensi tidak lagi di bawah pengendalian langsung organisasi. Oleh karena itu, penentuan factor kontijensi menjadi proses interaktif, sebagian dari factor dipilih oleh perusahaan, sedangkan yang lain adalah suatu hasil keputusan yang lalu dan factor eksternal.
2.4 Munculnya Perumusan Kontijensi
Alasan untuk mempertimbangkan adopsi terhadap teori kontijensi akuntansi manajemen adalah untuk digunakan sebagai alat yang dibutuhkan dalam menginterpretasikan hasil riset empiris. Hal ini disebabkan keterbatasan dalam meninjau dan memahami jenis hipotesis yang telah dikemukakan untuk menjelaskan penemuan yang berlawanan. Hal ini juga menyatakan bahwa pekerjaan jenis ini tidak dengan sendirinya mencakup perumusan kontijensi yang semakin cepat, dan bahwa diperlukan pengembangan parallel dalam teori organisasi guna mengembangkan suatu penjelasan penting.
2.5 Pengaruh Hasil Empiris
Apabila diperoleh hasil yang tidak memuaskan maka masalah tersebut harus dipecahkan dalam kerangka universal yang telah menjadi sumber stimulus bagi pengembangan perumusan kontinjensi. Konsep, seperti teknologi, struktur organisasi, dan lingkungan telah dilibatkan untuk menjelaskan mengapa sistem akuntansi membedakan antara satu situasi dengan situasi yang lain.
Efek Teknologi
Variabel kontinjensi terpanjang dan yang paling sederhana digunakan dalam akuntansi manajemen adalah teknologi produksi. Jenis teknik dan proses produksi yang berbeda telah memengaruhi desain sistem akuntansi internal walaupun harus dicatat hal tersebut muncul sebagai alat untuk menjelaskan perbedaan dengan apa yang dianggap sebagai konfirmasi empiris dari teori organisasi klasik. Sifat alami dari proses produksilah yang menentukan jumlah alokasi biaya dan biaya tidak didistribusikan langsung secara merata. Teknologi produksi memiliki pengaruh yang penting terhadap jenis informasi akuntansi yang disajikan.Hal ini memunculkan aspek selain teknologi yang berpengaruh atas informasi yang harus disediakan untuk mencapai efektivitas.Sebagai contoh, kompleksitas dari tugas yang dihadapi oleh suatu organisasi berkaitan dengan struktur pengendalian biaya yang sesuai.
Efek dari Struktur Organisasi
Ada bukti menyatakan bahwa struktur organisasi memengaruhi cara dengan mana informasi penganggaran digunakan paling baik. Hopwood membedakan antara batasan anggaran (budgeti-condtrained), yaitu situasi dimana penggunaan informasi akuntansi dalam anggaran menjadi satu-satunya faktor yang paling penting dalam evaluasi atasan terhadap para bawahan, dan kesadaran laba (profit-conscius), yaitu gaya yang juga mempertimbangkan efektivitas dan jangka waktu yang lebih panjang. Studi Hopwood menunjukan bahwa gaya batasan anggaran bersifat kaku.
Studi Hopwood didasarkan pada pusat tanggung jawab (biaya) di pabrik baja terintegritas, sehingga mempunyai saling ketergantungan yang luas antara bagian yang satu dengan yang lainnya. Studi Otley melibatkan pusat tanggung jawab (laba) pada industri penambangan batu bara, yang karena alasan yang praktis, tidak saling tergantung satu sama lain. Studi awal menunjukan bahwa penggunaan yang kaku dari ukuran pencapaian tidaklah sesuai jika terdapat saling ketergantungan yang luas. Penggunaan gaya anggaran yang sesuai bergantung pada derajat tingkat saling ketergantungan yang ada diantara pusat tanggung jawab yang terlibat.
Efek Lingkungan
Faktor lingkungan juga dilibatkan untuk menjelaskan perbedaan dalam penggunaan informasi akuntansi.Pengaruh persaingan yang dihadapi oleh perusahaan yang memakai manajemen pengendalian menyimpulkan bahwa kesempurnaan akuntansi dan sistem pengendalian dipengaruhi oleh intensitas persaingan yang dihadapi.Lebih lanjut lagi, jenis persaingan yang berbeda mempunyai dampak sangat berbeda terhadap penggunaan pengendalian akuntansi dalam perusahaan manufaktur. Dengan membedakan antara operasi (lingkungan dimana adalah sulit bagi seseorang manajer unit untuk menunjukanlaba akuntansi) dan operasi liberal (lingkungan yang relatof lebih mudah untuk memelihara operasi yang menguuntungkan) dapat ditunjukan bahwa para manajer senior menggunakan informasi anggaran untuk mengevaluasi pencapaian manajerial yang sangat berbeda dalam kedua situasi tersebut.jika ketelitian anggaran dianggap sebagai suatu corak yang diinginkan dari sistem akuntansi, maka gaya penggunaan anggaran yang berbeda diperlukan untuk mencapai anggaran akurat terhadap lingkungan.
Pengaruh Teori Organisasi
Ketiga contoh terdahulu telah mengindikasikan sebagian dari variabel yang mengakibatkan perbedaan dalam penggunaan dan desain dari sistem akuntansi.Ketiga variabel kontinjensi adalah teknologi umum, struktur organisasi, dan lingkungan telah digunakan sebagai contoh ilustratiif karena ketiganya telah mengembangkan teori kontinjensi akuntansi manajemen teoretis.Gerakan ini merupakan pendekatan universalistis terhadap pendekatan akuntansi manajemen yang menjadi mode pada tahun 1970an. Kelebihan dari pendekatan ini tidak dapat dijelaskan hanya oleh tekanan penemuan empiris yang berusaha untuk menemukan teori yang bersifat menjelaskan. Faktor utama lain yang memengaruhi teori kontinjensi akuntansi manajemen yang terjadi lebih dahulu.
2.6 Variable-Variabel Dasar Kontijensi dan Hubungannya
Variable Sosial
Para ahli kerangka teoritis berselisih dalam mendasari riset kmparatif entang akuntansi nternasional berada dalam perspektif kontijensi.Pada umumnya studi inlebih banyak menggunakan bentuk penguian atas perbedaan-perbedaan dalam praktik pelaporan keuangan tertentu diantara berbagai Negara atau atas system akntansi nasional.Dalam kedua kasus tersebut, hasil yang umumnya diperoleh dalam suat kesimpulan yang menghubungkan perbedaan atau persamaan, baik dalamhal sosial politik maupun ekonomi.Teori dalam praktik pelaporan disetiap Negara dipengarhi oleh variable-variabel sosial tertentu.Variable-variabel sosial terdiri dari beberapa factor yang terutama terdapat disemua perusahaan dalam suatu Negara yang merupakan hal pokok yang bervariasi.
Lingkungan

Lingkungan perusahaan merupakan konsep dalam hubungannya dengan ketidakpastian. Karakteristik tersebut mempunyai sedikitnya dua dimensi yang terdiri atas:
a) Dimensi stabil-dinamis, dan
 b) Dimensi homogen dan heterogen.
Hal ini sesuai dengan struktur organisasi dan aplikasinya adalam akuntansi manajemen. Dimensi stabil dan dinamis ditandai dengan tingkat keputusan faktor perubahan lingkungan internaldan eksternal yang pada dasarnya sama dari waktu ke waktu dalam proses yang berkesinambungan. Adapun dimensi homogen-heterogen daoat digambarkan dalam hubungannya dengan tingkat keputusan di mana faktor lingkungan sebagai alternatif dari yang terkecil sampai dengan yang terbesar.Faktor-faktor yang ada di dalam lingkungan perusahaan dapat dibedakan dalam suatu rangkaian ketidakpastian dari yang dapat diramalkan sampai yang tidak dapat diramalkan.
Hal yang diperlukan dalam suatu riset adalah pertimbangan yang menyatakan bahwa ketidakpastian lingkungan  tertentu memengaruhi struktur organisasi dan desain sistem akuntansi manajemen.
Atribut Organisasi

Terdapat beberapa konsep yang membingungkan dalam literatur teori kontinjensi terutama mengenai perbedaan antara variabel lingkungan dan atribut organisasi.Hal ini dapat menimbulkan berbagai kesulitan yang tidak dapat dipisahkan dalam mendefinisikan atau menjelaskan suatu organisasi.Pembahasan ini tidak bertujuan untuk memberikan suatu penyelesaian suatu masalah.Atribut organisasi tetap merupakan konsep yang berkaitan dengan penyediaan dan pengorganisasian sumberdaya perusahaan meliputi ukuran organisasi, teknologi dan lain sebagainya.
Besaran suatu organisasi merupakan konsep dari ukuran yang ada didalamnya, seperti jumlah karyawan, tingkat perputaran penjualan, nilai aset bersih atau modal yang digunakan, dan lain sebagainya yang pada umumnya saling berhubungan. Teknologi telah menjadi konsep penting. Terdapat tiga skala penggunaan teknologi dalam meningkatkan kompleks teknis yaitu unit dan kelompok kecil, kelompok besar dan massa, dan proses produksi.
Karakteristik Pengguna

Para pengguna dapart digambarkan sebagai individu yang menggunakan data yang terdapat dalam laporan perusahaan, dan memiliki suatu kepentingan atau sedang dalam pengambilan keputusan keuangan. Suatu bukti riset yang harus dipertimbangkan oleh para pengguna adalah alternatif yang berbeda untuk informasi dan kemampuan proses yang ditimbulkan oleh perbedaan dalam model keputusan, gaya pengambilan keputusan, dan sifat yang diturunkannya.
Pada kenyataannya , dalam literatur mengenai pengolahan informasi manusia dalam rangka pengambilan keputusan menyatakan bahwa setiap individu mempunyai model keputusan yang berbeda. Konsep gaya pengambilan keputusan mempunyai enam dimensi berikut:
a)      Analisis keputusan berbeda dengan pengambilan keputusan intuitif, perbedaan dalam horizon waktu,
b)      Bentuk pengulangan yang mengacu banyak faktor dalam pertimbangan pengambilan keputusan,
c)      Kemampuan untuk beradaptasi dalam keadaan yang berubah-ubah,
d)     Proaktif vs reaktif, dan
e)      Kemampuan strategis dalam hubungannya dengan pertimbangan di antara keputusan yang sesuai dengan tujuan dan strategi perusahaan.

2.7  Sistem Pelaporan Keuangan Perusahaan yang Dipengaruhi Variabel Kontinjensi

Karakteristik sistem pelaporan keuangan perusahaan terdiri atas suatu contoh yang dirancang untuk masing-masing unsur utama pelaporan perusahaan. Unsur-unsur tersebut adalah:
1.      Pengungkapan, penggolongan, presentasi, penilaian, dan kebutuhan pengukuran dari nergara-negara yang berbeda. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh metode kepemilikan rata-rata produksi, tingkat dan konsentrasi kepemilikan pribadi, pola pendanaan perusahaan, penggunaan informasi akuntansi dalam perencanaan dan pengendalian ekonomi dan lain sebagainya.
2.      Frekuensi pelaporan dalam jumlah variasi pengungkapan dari informasi laporan yang bersifat sementara, metode pengukuran peristiwa (ukuran keuangan dan non keuangan), metode alokasi biaya (yaitu biaya dan kapitalisasi, periode mortisasi, dan lain-lain), unsur waktu dari infoemasi (peramalan), tingkat agegasi dan desentraliasi (akun gabungan dan pelaporan yang terdiri dari beberapa bagian), dan pengungkapan tentang tujuan dari pelaporan khusus (seperti laporan nilai tambah, laporan ketenagakerjaan, dan format laporan lain dari akuntansi sosial).
3.      Metode pelaporan (misalnya laporan, tabel, dan diagram) kompleksitas teori, dan pelaporan dengan tujuan khusus tertentu, seperti tanggung jawab yang sederhana. Atribut ini dihubungkan dengan karakteristik pengguna dan sumber informasi yang lain.
2.8 Isi-Isi Teori Kontijensi
Studi Empiris
Studi empiris dalam `area akuntansi merupakan area yan mengadopsi pendekatan kontijensi sebelum mengumpulkan data.Dua diantara dari studi utama menggunakan factor metodologi analisis yang memandang permasalahan dala penafsiran dan perbandingan.Penafsiran sulit dilakukan karena factor dar variable asli yang mendasari konsep teortis dalam lompatan intuitif yang dibuat leh penelitian tersebut.Perbedaan yang sangt kecil dalam kesalahan acak pada pengukuran mengakibatkan diperolehnya factor yang sangat berbeda, sehingga membuat perbandingan antar stdiyang berbeda hamper mustahl. Walaupun analsis factor adalah metode yang bermanfaat sebagai dasar dimensi bahwa penggunaan kritik akan terbatas pada akumlasi pengetahuan leih lanjut.
Perumusan Teoritis
Sebagai tambahan terhadap pekerjaan yang berdasarkan spekulasi teoritis menyangkut sifat alami dari teori kontijensi system informasi akuntansi.Kebijakan manajemen dan akuntansi untuk mengidentifikasi variael adalah penting bagi pencapaian organisasi. Lingkungan, gaya pengambilan keputusan dan karakteristik organisasi diusulkan sebagai variable kontijensi yang terpenting. Masing-masing variable kontijensi tersebut dihubungkan dengan kondisi-kondisi yang sesuai dengan variable SIA. Walaupun pertanyaan SIA di desain untuk menghadapi lingkungan, organisasi dan kondisi-kondisi gaya pengambilan keputusan, perlu dicatat bahwa terdapat tiga pilar dasar perusahaan dan pengelompokan variable kontijensi yang khas.
Dua contoh tersebut mempunyai usulan mengenai karakteristik yang tidak diinginkan yang dapat diperbaiki dengan pemanfaatan sesuai SIA.Tidak terdapat pertimbangan eksplisit dari efektivitas dan sasaran tujuan organisasi dan keunggulan yang nampak sepertinya didasarkan pada akal sehat dan bukannya kerangka teoritis eksplisit.Tidak ada formula yang diberikan melainkan hanya pendekatan kea rah desain sistem yang direkomendasikan dan berbagai kontijensi yang dikenali. Argumentasinya bahwa desain apapun dari sistem perencanaan dan pengendalian khususnya bergantung pada:
a.       Sasaran khusus yang dicapai dalam konteks sasaran tujuan organisasi.
b.      Format tingkat dan perbedaan desentralisasi tertentu yang dipilih (yaitu struktur organisasi)
c.       Proses tunggal dan gabungan yang dikendalikan oleh sub unit-sub unit dan derajatnya, apakah tidak tersusun atau tersusun (yaitu jenis tekhnologi)
d.      Jenis gaya manajerial yang digunakan oleh para manajer senior.
2.9 Pendekatan Kontijensi
Pendekatan teori kontijensi mengidentifikasi bentuk-bentuk optimal pengendalian organisasi dibawah kondisi operasi yang berbeda dan mencoba untuk menjelaskan bagaimana prosedur operasi pengendalian organisasi tersebut. Pendekatan akuntansi pada akuntansi manajemen didasarkan pada premis bahwa tidak ada system akuntansi secara universal selalu tepat untuk dapat diterapkan pada setiap organisasi, tetapi hal ini tergantung pada factor kondisi atau situasi yang ada dalam organisasi.
Pendekatan kontijensi menarik minat para peneliti karena mereka ingin mengetahui apakah tingkat keandalan suatu system akuntansi manajemen akan selalu berpengaruh sama pada setiap kondisi atau tidak. Berdasarkan teori kontijensi maka terdapat factor situasional lan yang mungkin akan saling berinteraksi dalam suatu kondisi tetetu. Diawali dari pendekatan kontjensi ini maka muncl lagi kemungkinan bahwa desentralisasi juga akan menyebabkan perbedaan kebutuhan informasi akuntansi manajemen.
2. 10 Kerangka Evaluasi Teori Kontijensi
SIA hanya meliputi salah satu bagian dari struktur pengendalian organisasi. Suatu strategi pengendalian organisasi akan melibatkan pertimbangan desain organism, sistem informasi manajemen, dan sistem perencanaan dan pengendalian. Tentu saja hal ini mungkin terlihat sama dengan substitusi parsial yang ditandai oleh pernyataan perasaan para manajer industri tertentu bahwa SIA yang digunakan dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan dalam desain organisasi. Dengan adanya kekurangan tersebut, dibentuklah teori kontijensi SIA diluar konteks dari keseluruhan paket pengendalian organisasi yang nyata. Pertama apa yang mendasari SIA, sehingga berpengaruh baik terhadap apa yang dilakukan oleh oragnisasi, dan bahwa hal itu akan mengendalikan strategi dan struktur, serta menyatakan mengenai produk pasar dan pengaturan antar organisasi. Pengaruh SIA terhadap riset kelihatannya relatif kecil, akhirnya, perlu ditentukan factor apa yang mendasari pencapaian organisasi yang efektif dengan menggunakan perbandingan antara sasaran hasil organisasi dengan standar. Terdapat berbagai kesulitan substansial dalam pengukuran efetivitas organisasi yang penting bagi ukuran tersebut untuk mengembangkan teori kontijensi secara benar.
 2.11 Jurnal-Jurnal yang Diterbitkan Mengenai Teori Kontinjensi
1.      Jurnal “Ownership Structure, contigent-fit, and business-unit performance: A research model and empirical evidence”
Menurut studi literature yang dikeluarkan oleh The International Journal of Accounting dengan Judul “Ownership Structure, contigent-fit, and business-unit performance: A research model and empirical evidence” menyatakan bahwa penilitian ini ditujukan adanya dampak dari keselarasan (contigent-fit)antara struktur pemilik dan performa dari unit bisnisnya. Dalam penelitian ini juga menyangkutkan keberadaan perusahaan pada kepemilikan saham, yaitu widely-held ownership dimana pemegang saham jumlah banyak dan tersebar namun secara individual tidak ada yang terlalu signifikan serta closely-held ownership dimana pemegang saham mayoritas dipegang oleh keluarga. Dan dalam penelitian menghasilkan bahwa konsep widely-held ownership menunjukkan kinerja lebih  baik daripada closely-held ownership. Dengan sama-sama menyelaraskan indikator pada akses sumber keuangan dan manajemen yang professional, serta bagaimana gaya manajemen yang hanya berorientasi kekeluargaan.
  Dalam penelitian ini membatasi pada beberapa indikator. Yang pertama, adanya indikasi keselarasan antara keefektifisan unit-bisnis dengan level performa organisasi tersebut. Kedua, dalam menangani hal menegakkan suatu reliabilitas dalam menakar suatu variable kontekstual seperti bangaimana pergerakkan kas pada perusahaan.Ketiga, performa dalam widely-heldownershiplebih mempengaruhi konflik biaya yang melibatkan antara manajemen dan pemilik saham. Dan terakhir, variable seperti teknologi, gaya pimpinan juga memiliki efek yang signifikan pada performa bisnis.
Pengendalian kontigensi terdiri dari pengaruh teknologi, struktur organisasi, dan lingkungan dan mampu menjelaskan bagaimana desain sistem akuntansi dapat disusun. Dalam hal pengaruh dari segi teknologi, teknologi mempunya pengaruh terhadap tipe informasi akuntansi yang pada akhirnya berpengaruh pada kinerja.Disamping itu kompleksitas tugas organisasi relevan untuk menjelaskan struktur pengendalian keuangan yang tepat.
Pengaruh struktur organisasi, dalam hal ini yaitu pengunaan anggaran dimana gaya anggaran yang fleksibel membawa kinerja organisasi lebih efektif. Yang ketiga yaitu pengaruh lingkungan dimana sistem pengendalian dan akuntansi yang canggih dipengaruhi oleh intenstas kompetisi.
Selanjutnya menurut Fisher perlu adanya klasifikasi pengendalian kontigensi yang berdasarkan pada analitis tingkat kompleksitas.
a)      Analisis level 1 mengungkapkan bahwa eksistensi dari factor kontigensi akan menghasilkan atau meningkatkan kemungkinan bahwa sebuah perusahaan menggunakan mekanisme pengendalian.
b)      Analisis level 2, menguji pengaruh gabungan antara satu mekanisme pengendalian dan factor kontigensi pada variable keluaran sehingga mampu menghasilkan peningkatan afektifitas maupun ketidakefektivan.
c)      Analisis level 3, yang diuji adalah efek gabungan dari factor kontigensi dan mekanisme pengendalian yang bermacam-macam pada variable keluaran dimana diasumsikan akan ada hubungan yang saling melengkapi ataupun menggantikan antara variable-variabel pengendalian. Terakhir.
d)      Analisis level 4 yaitu dengan memasukkan beberapa factor kontigensi secara bersamaan dengan catatan memiliki tipe yang sama dalam menentukan design control yang optimal.

2.      Jurnal “Pelaporan Ke-Wangan Menerusi Internet: Perspektif Teori Kontingensi”
Jurnal yang ditulis oleh Mohd Noor Azli Ali Khan (University Teknologi Malaysia) dan Noor Azizi Ismail (University Utara Malaysia). Memberikan gambaran mengenai adanya teori kontijensi yang digunakan untuk menilai laporan keuangan dan tekhnologi dalam sebuah perusahaan. Pada penelitian ini diungkapkan bahwa ada dua strategi pelaporan yaitu: ritualism kecenderungan untuk menentukan aturan dalam pelaporan keuangan meliputi norma, dan aturan yang berlaku dalam pelaporan keuangan.
Adanya tekhnologi dapat mempengaruhi peramalan di masa mendatang, bagaimana peran tekhnologi memberikan kontribusi. Perusahaan yang memliki tekhnologi yang canggih akan lebih mempunyai kewenangan yang tinggi, dibanding dengan perusahaan yang memiliki tekhnologi yang rendah.
Strategi pelaporan yang kedua ialah, opportunism, Kesempatan yang akan diperoleh oleh perusahaan berhubungan dengan perkembangan tekhnologi adalah penggunaan internet dalam membuat pelaporan keuangan, sehingga cakupan dalam melaporkan laporan keuangan bisa lebih luas. Sehingga, hipotesa yang bisa digambarkan adalah: perusahaan yang menggunakan strategi opportunism dengan menggunakan internet sebagai sarana tekhnologi akan lebih mempunyai kewenangan lebih atas laporan keuangan dibanding dengan perusahaan yang menggunakan strategi ritualism.


BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Teori kontigensi berpendapat bahwa desain dan penggunaan sistem pengendalian adalah mengatur konteks dari organisasi kontingen yang sedang berlangsung dimana pengendalian ini dijalankan.Dalam hal pendekatan kontigensi menyediakan pandangan yang berguna, namun dalam praktikya teori ini masih memiliki kelemahan diantaranya masih ada faktor kontigensi yang terkait yang belum diidentifikasi, hubungan antara variable kontigensi masih perlu dikembangkan, dan kurangnya kejelasan dala mendefiniskan batas atas suatu pengendalian.
Teori kontijensi dapat membantu perusahaan dalam memberikan pandangan mengenai masa mendatang. Penggunaan teori kontijensi merupakan teori dimana perusahaan mendapatkan informasi mengenai keberlangsungan usaha perusahaan dimasa mendatang. Banyak factor yang dapat mempengaruhi keberlangsungan teori kontijensi diantaranya, lingkungan, tekhnologi, variable-variable, dan struktur organisasi.












DAFTAR PUSTAKA
http://andrywahyoe.blogspot.co.id/2014/12/aspek-teori-kontinjensi-dalam-akuntansi.html, 9:45, tangga; 24/10/2016